fbpx
Berita  

Program KKN Disesuaikan dengan Isu Strategis

Program kkn harus disesuaikan dengan isu strategis.
Ketua STIA YPPT Priatim Tasikmalaya, Dr. H. Agus Fatah Hidayat.* Foto: Malby A.R/kabarpasundan.id

KABARPASUNDAN.ID – Sebanyak 202 Mahsasiswa STIA YPPT Priatim Tasikmalaya akan diterjunkan ke masyarakat dalam agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Mereka disebarluaskan ke 20 Kelurahan di Kota Tasikmalaya yang masih berkarakter desa untuk mempelajari berbagai kultur sosial di masyarakat.

Ketua STIA YPPT Priatim Tasikmalaya Dr. H. Agus Fatah Hidayat, M. Si., mengatakan, mahasiswa sebanyak itu nantinya dibagi menjadi 20 kelompok.

Masing-masing kelompok, kata Agus, harus mampu membangun sinergitas dengan berbagai stakeholder disetiap Kelurahan.

Sehingga, program-program yang akan digulirkan oleh masing-masing kelompok bisa menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat secara luas.

“Biasanya kan mereka belajar teori di kampus, hari ini kita ingin melihat mahasiswa belajar langsung dari masyarakat,” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (8/6/2024).

Agus menegaskan, segala program yang diajukan oleh kelompok mahasiswa harus sesuai dengan judul tema KKN.

Untuk tema KKN tersebut yaitu Inovasi, Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan.

“Tema ini sudah disesuaikan dengan isu strategis di Kota Tasikmalaya. Barusan juga Pak Sekda meberikan arahan untuk program yang dilaksanakan mahasiswa harus sinergis. Ujungnya bagaimana pemberdayaan masyarakat bisa terwujud,” terang dia.

Sementara, Sekda Kota Tasikmalaya Dr. H. Ivan Dicksan berpesan, setiap mahasiswa harus bisa mengenal secara detail lokasi atau lingkungan yang nantinya akan dijadikan tempat KKN.

Sehingga diharapkan, mahasiswa bisa memotret kondisi wilayah tersebut. Kemudian merumuskan program yang berkaitan dengan inovasi sesuai tempatnya masing-masing.

Seperti diketahui, ujar Ivan, Permasalahan Kota Tasikmalaya itu salah satunya adalah tentang kemiskinan. Nantinya, mahasiswa dituntut untuk mengetahui rangkaian sebab dan akibatnya.

“Sehingga nanti bisa dipilih oleh mahasiswa sendiri akan mulai darimana untuk memberdayakan masyarakat. Bisa dari ketahanan pangan, kesejahteraan keluarga atau bisa juga dari sisi yang lain,” ujarnya. ***