fbpx
Berita  

Kisah Inspiratif Dunia dari “The Bucket List” Kota Bogor

KABARPASUNDAN.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno kagumi kemegahan The Bucket List di jalan R. H. Moh. Tohir, Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (23/5/2021).

Dream come true,” katanya saat berkunjung didampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya

“Tadi sudah saya cek, bahwa ini mungkin koleksi yang paling lengkap se-Asia Tenggara. Jadi di sini kita dapat lengkap, wisatanya, olahraga bola basketnya, dan juga yang paling penting adalah edukasinya,” kata Sandiaga di sela melihat koleksi di Bucket List.

Berkonsep entertainment, education, dan experience, Bucket List dikatakan Sandiaga bisa menjadi potensi wisata baru yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Bogor. Terlebih kepada para pecinta bola basket, Bucket List menjadi destinasi yang pas untuk mereka.

My first love is basketball, jadi setelah melihat ini saya berterimakasih sekali. Hanya saya titipkan di tengah pandemi ini, teman – teman pastikan protokol kesehatannya. Karena basket ini olahraga kontak fisik,” ujar Sandiaga.

Saat ini, kata Sandiaga, Kemenparekraf sedang berjuang dalam menerapkan Cleanliness, Health, Safety, Environment, Sustainability (CHSE). Beberapa waktu lalu juga, pemerintah juga sudah menggelar kompetisi bola basket nasional dengan sistem yang sesuai dengan kondisi pandemi saat ini.

“Sekarang saya titip di sini, mudah-mudahan kita bisa bangkitkan ekonomi, bangkitkan semangat masyarakat. Pulihkan ekonomi kreatif, majukan pariwisata Kota Bogor dan yang terpenting buat saya adalah together we can do it,” katanya.

Menurut Sandiaga, destinasi wisata berbasis olahraga ini akan berjalan jika ada seseorang yang sangat passionate dan sangat semangat terhadap satu destinasi. Sehingga dari passionnya bisa menghadirkan satu destinasi terbaik.

“Dari Bogor kita bisa untuk setiap cabang yang punya penggemar banyak. Seperti sepak bola, maupun bulu tangkis, juga Bucket List yang lain. Mudah – mudahan ini bisa kita wujudkan di seluruh pelosok nusantara,” kata Sandiaga.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, yang istimewa dari Bucket List adalah aspek edukasinya. Banyak sarana – sarana olahraga yang sama bagusnya, namun melupakan aspek edukasi di dalamnya.

“Di mana lagi anak-anak bisa belajar jatuh bangunnya seorang Michael Jordan yang memiliki masalah yang bertahap dan berliku kemudian akhirnya menjadi hebat. Dan banyak lagi cerita inspiratif lainnya,” ungkap Bima.

Menurutnya, sarana olahraga jangan hanya mementingkan kesenangan, namun juga dikuatkan dalam aspek edukasi dan inspiratif. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan mengkolaborasikan beberapa dinas terkait untuk mengembangkan Bucket List.

Karena bisa jadi, tamu yang datang ke Bucket List bukan hanya berasal dari Kota Bogor saja. Sangat mungkin dari seluruh pelosok di nusantara.

“Tapi kalau nomor satu di Asia Tenggara jangan – jangan nanti ada tamu dari Malaysia dan Singapura ke sini juga. Jadi kita berharap ini jadi destinasi wisata prioritas yang dipromosikan oleh Pak Menteri,” kata Bima Arya.

Di tempat yang sama, Pemilik The Bucket List Helmy Yusman Santoso menerangkan, Bucket List juga memiliki konsep one stop entertainment untuk para pecinta dan memiliki hobi bola basket.

“Jadi ada fasilitas di sini mulai dari main court (lapangan) dengan standar FIBA, standar internasional. Kita juga ada Bucket List Gallery, yang menampilkan galeri dari pemain nasional maupun internasional. Kita punya Bucket List Kitchen, yaitu restoran dengan nuansa basket. Ada kuliner khas Bogor juga,” sebut Helmy. [prokompim]