fbpx
Berita  

Gegara Sanitasi Kota Tasik Tereliminasi

KABARPASUNDAN.ID – Ketua Tim Kota Kabupaten Sehat (KKS) Provinsi Jawa Barat Mufthia Yulismi menyebut kesadaran masyarakat Kota Tasikmalaya dalam membuang air besar sembarangan (kotoran) atau ODF masih rendah.

Sehingga, Kota Tasikmalaya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal penyelenggaraan kota sehat.

“Pemkot Tasikmalaya bersama 8 kota dan kabupaten di Jawa Barat berdasarkan penilaian tidak lolos untuk pemenuhan prasyarat kriteria kota sehat atau bebas buang air besar sembarangan,”ucapnya di Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (19/5/2023).

Pihaknya mendorong agar kota tasik dapat meningkatkan penyelenggaraan KKS supaya bisa masuk ke dalam kriteria penilaian kota sehat.

Untuk mewujudkan kota sehat, terang dia, semua instrumen harus segera diperbaiki dan disempurnakan. Salah satunya infrastuktur dasar masyarakat yaitu sanitasi yang baik dan layak.

Menurut dia, semua stakeholder harus membangun komitmen untuk bergerak dan bekerja, agar kesadaran bersama untuk berhenti membuang air besar sembarangan bisa terwujud.

“Sanitasi menjadi infrastruktur dasar untuk mewujudkan masyarakat sehat. Harus didorong untuk perubahan negatif tidak membuang kotoran di aliran air, sungai. Tapi harus di septic tank,”ujarnya.

Dia meminta agar Pemkot Tasikmalaya bersedia mendeklarasikan menjadi kota bebas ODF dengan memenuhi semua prasyarat kota sehat.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan Hasanuddin menjelaskan, harus ada komitmen bersama untuk melakukan langkah dalam mewujudkan Tasikmalaya Kota Sehat.

Pemkot Tasikmalaya, kata Ivan, akan memfokuskan arah dan perencanaan pembangunan prioritas untuk perbaikan dan peningkatan kesehatan lingkungan masyarakat.

Ia berujar, kesehatan itu merupakan hal utama sehingga perlu mendapat perhatian serius pemerintah agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.

“kita harus komitmen untuk memperbaiki perilaku dan pemenuhan infrastruktur terkait sanitasi, bagaimana penanganan sampah, pengelolaan limbah yang baik dan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat,”jelas ia.

Kedepan, lanjut Ivan, anggaran untuk peningkatan infrastruktur dasar masyarakat harus ditingkatkan sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat

“Dana alokasi umum (DAU) maupun dana alokasi khusus (DAK) akan di arahkan untuk program kesehatan, dana kelurahan, dana pendidikan, kita prioritaskan agar Tasik menjadi Kota Sehat dan mandiri di Jawa Barat,”pungkasnya.