fbpx

Di Sela Taaruf Santri Bupati Titip Agar Covid-19 Tidak Merebak

  • Bagikan

KABARPASUNDAN.ID – Masa taaruf kepesantrenan perlu didukung sebagai langkah awal penggemblengan para santri menjadi insan yang kompeten di bidang pendidikan sehingga bisa menjawab tantangan zaman. demikian disampaikan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami pada penutupan taaruf kepesantrenan Pondok Pesantren (Ponpes) El Azzam Sukabumi.

“Untuk menyongsong masa depan Qurani, dengan bekal ilmu agama akan survive menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya di Aula Pendopo Sukabumi, Rabu (23/9/2020).

Kegiatan bertema “Santri Hebat Sukabumi lebih baik”, diawali dengan pelantikan pengurus PAC Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh Kecamatan se Kabupaten Sukabumi periode 2020-2024 serta penyerahan beasiswa untuk santri berprestasi

H. Marwan berkeinginan putra Sukabumi punya idealisme tinggi. Sehingga dapat menciptakan Sukabumi maju.

“Kabupaten Sukabumi memiliki visi religius. Visi ini akan terus dipertahankan. Bahkan di optimalkan penerapannya, Mengingat, Kabupaten Sukabumi merupakan lingkungan pesantren” tambahnya.

Sebagai ketua gugus tugas percepatan penanganan covid 19 kab. Sukabumi, H. Marwan terus mengajak masyarakat supaya menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid 19.

“Nitip, Virus (covid 19) ini jangan terus menyebar di Kabupaten Sukabumi. Ingat terus 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengonsumsi makanan bergizi,” pesannya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes El Azzam, KH. DS Shiddieq menyampaikan, masa taaruf kepesantrenan merupakan pengenalan kehidupan pesantren.

“Lewat pesantren, mereka dibentuk ahlak, kemandirian, dan kemampuan berpikir yang baik dan bermanfaat ,” bebernya

Dirinya menerangkan bahwa Peserta tahun ini sebanyak 300 orang. Mereka semua mendapatkan beasiswa secara penuh di STIE Pasim Sukabumi. Mulai dari biaya kuliah hingga akomodasi gratis.

“Ada 500 yang mendaftar. Namun berdasarkan kebijakan, beasiswa ini dikhususkan bagi santri berprestasi. Dari kecamatan di Kabupaten Sukabumi ada 94 orang. Sebab, setiap Kecamatan dua orang. Ditambah dari Garut, Indramayu, Cirebon, dan Lampung,” paparnya

Mereka yang masuk merupakan telah lulus tahfiz 20, 10, dan 5 juz. Sebab, ponpes itu ingin menyiapkan SDM unggul ke depan.

“Tidak hanya sekolah, namun dibina ahlak, IQ, EQ,dan ESQ,” katanya.

  • Bagikan